Tak Seragam, Produsen Otomotif Butuh Standarisasi Baterai Motor Listrik

Muhamad Fadli Ramadan
Belum seragam, pemerintah bakal membuat aturan mengenai standarisasi baterai motor listrik di Indonesia. (Foto: Dok iNews.id)

“Mungkin ke depan akan ada standardisasi colokan. Kalau motor sudah sepakat dengan yang ada sekarang. Sebenarnya fast charging bukan ditentukan oleh alat charging tapi ditentukan unitnya,” ujarnya.

Saat ini, produsen sepeda motor listrik di Indonesia menawarkan konsumen dengan berbagai skema. Sebagian besar menawarkan kemudahan dengan pengisian daya di rumah menggunakan kabel colokan rumah langsung ke motor.

Sebagian lagi memilih menggunakan skema tukar baterai atau battery swap bekerja sama dengan pihak ketiga atau membuat baterai dan stasiun penukaran sendiri. Tapi, ada juga yang menawarkan sistem sewa baterai demi menekan harga jual motor listrik.

Kendati begitu, motor listrik belum begitu populer di masyarakat Indonesia kerena masih menyimpan keraguan akan daya tahan. Mengingat pengguna sepeda motor di Indonesia memiliki mobilitas tinggi dan membutuhkan kecepatan.

Sistem tukar baterai dianggap paling efisien, tapi keberadaan dan jumlah stasiun penukaran baterai motor listrik masih terbatas. Sebab itu, infrastruktur perlu menjadi perhatian pemerintah dan pihak terkait.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
2 hari lalu

ALVA Luncurkan AIPRO dan ALVA Care di GIIAS 2026, Intip Keistimewaannya!

6 hari lalu

Seskab Teddy Bertemu Ketum Kadin, Bahas Hilirisasi hingga Motor Listrik Nasional

16 hari lalu

Prabowo: Sebentar Lagi Kita Punya Motor Listrik Nasional, Launching Beberapa Minggu Ini

22 hari lalu

Mengintip Deretan Motor Listrik di PRJ 2026, Jadi Magnet Pengunjung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal