Di dalam negeri, para pelaku industri mulai merasakan lonjakan biaya tersebut. Sejumlah produsen pun melakukan penyesuaian harga jual untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Kondisi ini diperparah oleh pelemahan rupiah yang meningkatkan biaya impor bahan baku.
Salah satu penyesuaian harga dilakukan PT Motul Indonesia Energy (MIE), distributor resmi pelumas Motul di Indonesia. Perusahaan tersebut mengumumkan perubahan harga produk yang beredar di pasar.
Managing Director PT Motul Indonesia Energy, Welmart Purba, mengatakan kebijakan tersebut diambil karena meningkatnya tekanan pada industri pelumas akibat dinamika geopolitik global, khususnya di Timur Tengah, yang berdampak pada volatilitas harga minyak mentah dan turunannya.
“Kondisi tersebut memicu kenaikan harga minyak mentah dunia, meningkatnya biaya bahan baku utama produksi pelumas, serta lonjakan biaya logistik global,” kata Welmart dalam keterangan persnya, Sabtu (2/5/2026).
Dia menambahkan, fluktuasi nilai tukar rupiah turut memberikan dampak signifikan terhadap rantai pasok industri otomotif di Indonesia.