Indonesia Krisis Sopir Truk, Punya Skill Tinggi Diincar Negara Lain

Dani M Dahwilani
Muhamad Fadli Ramadan
sejumlah negara seperti Jepang pun kekurangan profesi sopir. (Foto: iNews.id)

Division Head if Business Strategy Division PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Attias Asril mengatakan, harus ada ekosistem pendidikan pengemudi truk. Ini untuk memastikan sopir truk merupakan pekerjaan yang menjanjikan.

“Enggak cuma sekolah (mengemudi), tapi gimana buat kerjaan nyetir truk itu dianggap sebagai pekerjaan yang punya masa depan. Paling tidak bisa untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Attias di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Isuzu sendiri saat ini memiliki program Driving School untuk menciptakan pengemudi truk berkompeten dan berlisensi sesuai kendaraan yang dikendarainya. Selain menambah jumlah pengemudi, tapi juga meningkatkan kemampuannya.

“Peran kami juga yang harus mengangkat. Itu semua enggak cuma sekadar pengemudinya dikasih training, diajarin, itu nggak cukup. Makanya kita semua selalu maunya membuat ekosistemnya, itu harus diangkat (derajat pengemudi),” ujar Attias.

Sebenarnya, ketika bisnis kendaraan niaga membaik, maka para pengemudi bisa kena imbasnya. Truk yang digunakan saat ini makin modern, ongkos kirim bertambah dan pengemudi bisa memiliki pendapatan yang bagus.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi Ngaku Sadar Rem Blong sebelum Tabrakan Pemotor

57 tahun lalu

Polisi Amankan Sopir Truk usai Kecelakaan Maut Tewaskan 1 Orang di Bekasi

57 tahun lalu

Truk Trailer Terbalik di Fly Over Tomang, Sejumlah Muatan Besi Jatuh ke Jalur Arteri

57 tahun lalu

Bus Transjakarta Tabrak Separator di MT Haryono, Sopir Terluka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal