Ini Kendala Peralihan Kendaraan Listrik di Area Pertambangan

Muhamad Fadli Ramadan
Ilustrasi truk tambang. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id– Pemerintah terus berupaya untuk mempercepat elektrifikasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Bukan hanya kendaraan penumpang, tapi juga di area pertambangan yang mengoperasikan ribuan truk dan alat berat.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki berbagai macam area pertambangan yang mengoperasikan ribuan kendaraan. Untuk itu, pelaku tambang juga diharapkan dapat beralih ke kendaraan listrik.

Berbeda dengan kendaraan penumpang, peralihan elektrifikasi bukan hal mudah di area pertambangan. Itu disampaikan oleh Mohammad Rosyid Setiadi, general manager PT Motor Sights Internasional, yang memasok truk-truk tambang.

“(Kendalanya) charging station pastinya ya, otomatis kita harus menyiapkan. Kedua terkait medan tambang yang berat, kontur jalan, dan lain-lain,” kata Rosyid saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Rosyid mengatakan ada kekhawatiran saat menggunakan kendaraan listrik, baterai akan menghantam jalan yang rusak. Pasalnya, medan jalan di area pertambangan berbatu dan sewaktu-waktu dapat terpental ke baterai yang biasanya berada di kolong kendaraan.

Editor : Ismet Humaedi
Artikel Terkait
Mobil
17 jam lalu

Hyundai Subscribe Percepat Adopsi Mobil Listrik di Indonesia

Mobil
10 hari lalu

Pabrik BYD di Subang Senilai Rp16 Triliun Siap Beroperasi

Mobil
10 hari lalu

Terungkap, Ada 91 Perusahaan Rakit Kendaraan Listrik di Indonesia

Mobil
16 hari lalu

Populasi Kendaraan Listrik di Indonesia Meroket, Mobil Bensin Makin Tergerus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal