MotoGP Tolak Pakai Mesin Hybrid, Ini Alasannya

Muhamad Fadli Ramadan
MotoGP menolak menggunakan teknologi hybrid lebih memilih mempertahankan bahan bakar minyak (BBM). (Foto: Instagram MotoGP)

JAKARTA, iNews.id – Ajang balapan biasanya dijadikan contoh mengkampanyekan kendaraan ramah lingkungan. Namun, berbeda dengan MotoGP menolak menggunakan teknologi hybrid. Mereka lebih memilih mempertahankan engine bahan bakar minyak (BBM).

Sekadar informasi, Formula 1 sudah menggunakan teknologi hybrid sejak 2014, ketika pindah dari mesin V8 ke V6 1.6 liter. Itu terbukti meningkatkan performa mobil, di mana tenaga mesin dikolaborasikan motor penggerak.

Dikutip dari Speedweek, Kamis (2/1/2023), bos Ducati Luigi Dall’Igna mengajukan proposal agar motor MotoGP menggunakan teknologi hybrid. Mengingat teknologi motor MotoGP kerap digunakan pengembangan motor komersil.

Menurut Luigi, MotoGP harus mencari solusi meningkatkan efisiensi mesin. Menurutnya, kejuaraan harus memikirkan sesuatu berbeda dibandingkan terus-terusan menggunakan mesin pembakaran internal.

Namun, Dorna Sports sebagai pemilik hak komersial MotoGP dengan tegas menolak wacana tersebut. Menurutnya, menggabungkan mesin pembakaran dan motor penggerak listrik lengkap dengan baterai bukan solusi untuk balap motor.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Marc Marquez Lanjut di Ducati Lenovo hingga MotoGP 2028

57 tahun lalu

Aprilia Mulai Panik! Marc Marquez Bangkit, Rivola Pasang Alarm Juara MotoGP 2026

57 tahun lalu

Komentar Veda Ega usai Menggila di MotoGP Ceko 2026, Start Paling Belakang Finis Lima Besar

57 tahun lalu

Marc Marquez Kirim Sinyal Bahaya untuk Rival usai Rajai MotoGP Ceko 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal