Seperti diketahui, Bluebird memiliki armada listrik reguler dengan menggunakan mobil asal China, BYD. Sementara untuk kelas premium, mereka menggunakan Tesla Model X yang jumlahnya sangat terbatas.
Untuk keperluan operasional, Sigit mengungkapkan Bluebird harus membangun sendiri port charging. Namun, ke depannya ia mengharapkan jumlah charging station bertambah karena tak bisa mengandalkan milik sendiri.
"Sementara ini kan kita siapkan charging station ini di pool kita. Lalu kita juga mengharapkan adanya infrastruktur tambahan, karena kita gak akan bisa mengandalkan 100 persen dari infrastruktur kita. Jadi tantangannya masih pada kesiapan infrastruktur charging, lalu juga kesiapan nanti setelah berjalan supply sparepart dan lainnya pasti akan semakin critical dengan bertambahnya unit," ujarnya.
Untuk saat ini, Bluebird memiliki lebih dari 20 charging station yang tersebar di setiap pool yang berada di Jakarta dan Bali. Harapannya, mereka bisa menambah jumlahnya sehingga dapat mempermudah operasional harian armada listrik.
"Sekarang ada 20-an lebih ya, ada 26. Nanti saya cek. Di sini (Jakarta) dan di Bali. Kita kalau charging station-nya kan charging port-nya kan. Semuanya ada di pool," ucapnya.