Dia mengakui hingga Kamis siang ketinggian air di lokasi banjir masih tinggi dan debit air juga masih terus bertambah. "Sejauh ini juga belum ada laporan warga yang mengungsi akibat banjir di Aceh Barat."
Selain di Aceh Barat, banjir juga menerjang Kabupaten Pidie Jaya. Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah itu hingga membuat Sungai Metureudu meluap dan menggenangi sejumlah ruas jalan di dua kecamatan setinggi 30 cm.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pidie Jaya, Syukri Itam mengatakan, banjir dengan rata-rata ketinggian muka air 50 cm hingga satu meter lebih melanda kawasan pinggiran daerah aliran sungai atau DAS Krueng Meureudu, yakni Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua.
Banjir yang terjadi Rabu (23/10/2019) malam itu merendam 10 desa di dua kecamatan. Di Meurah Dua, banjir menggenangi Desa Meunasah Blang, Dayah Usen, Meunasah Raya, Meunasah Mancang dan Pante Beureune. Sedangkan di Kecamatan Meureudu, banjir merendam Desa Meunasah Lhok, Meunasah Gantung, dan Beurawang.
“Banjir ini terjadi akibat meluapnya (Sungai) Krueng Meureudu dan curah hujan dengan intensitas tinggi. Ada ratusan unit rumah di dua kecamatan yang terendam banjir,” katanya.
Dia mengatakan, banjir mulai memasuki permukiman penduduk sekitar pukul 19.30 WIB. Namun air terus meningkat karena curah hujan terus menguyur pengunungan, sehingga debit air sungai terus bertambah.
“Banjir membuat rumah warga dan jalan lintas kabupaten tergenang lumpur setinggi 30 cm. Sehingga arus lalu lintas atau aktivitas warga terhenti karena tak bisa melintasi jalan,” katanya.