Aksi heroik masyarakat ini nyatanya tidak berjalan mulus. Upaya perbaikan jalan secara mandiri tersebut sempat mendapat penolakan keras dari pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh. Pihak balai bahkan sempat meminta agar seluruh pekerjaan dihentikan total dengan alasan teknis dan kondisi jalan dinilai belum aman untuk dilintasi.
Plt Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaini, membenarkan pihaknya sempat memberikan imbauan tersebut demi faktor keselamatan. Namun, warga yang sudah telanjur bertekad bulat memilih tetap melanjutkan pembangunan jembatan darurat hingga tuntas.
Kini, kendaraan roda dua maupun roda empat sudah kembali memadati jalur Tajuk Enang-Enang.