Namun, jumlah siswa yang mengalami keluhan serupa terus bertambah. Sebanyak 17 siswa akhirnya dievakuasi menggunakan kendaraan sekolah dan kendaraan pribadi menuju fasilitas kesehatan.
Para siswa kemudian mendapat pemeriksaan dan penanganan medis di IGD RSUD dr Fauziah Bireuen. Pihak sekolah memastikan seluruh siswa yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan.
Menu MBG yang dibagikan pada hari itu terdiri atas nasi, tahu goreng, ayam kecap dan buah semangka. "Tadi kaya bau busuk tapi sebelum itu ada ulat-ulat juga ditemukan, ayamnya," kata salah seorang siswi, Siti Aisyah.
Pihak sekolah akan mengevaluasi makanan yang diterima dari penyedia MBG. Pemeriksaan dan pengecekan ulang juga akan diperketat sebelum makanan dibagikan kepada para siswa.
Hingga kini, belum dapat dipastikan apakah keluhan mual dan pusing yang dialami 17 siswa berkaitan dengan makanan MBG. Penyebabnya masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penelusuran lebih lanjut terhadap makanan yang dikonsumsi.
Sementara itu, sebelumnya Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana menegaskan keselamatan siswa sebagai penerima manfaat menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami tidak akan berkompromi terhadap standar kebersihan dan sanitasi. SLHS bukan sekadar persyaratan administratif, tetapi bagian penting untuk memastikan proses penyediaan makanan memenuhi standar higiene dan sanitasi,” ujar Ketut dalam keterangannya dikutip, Kamis (17/9/2026).