"Warga memilih meninggalkan desa demi keselamatan keluarga, menyusul kondisi luapan air sungai yang makin tinggi dan kekhawatiran adanya tanggul jebol," ujar Perangkat Desa Reje Payung, Kasran, Kamis (1/10/2026).
Keputusan warga mengungsi lebih dini dipicu oleh pengalaman pahit saat bencana banjir besar melanda kawasan tersebut pada November 2025.
Saat itu, Desa Reje Payung sempat terisolasi total selama beberapa hari hingga membuat warga krisis logistik bahan makanan serta kesulitan mengakses layanan kesehatan. Kini warga memilih mengungsi sementara waktu hingga cuaca membaik dan kondisi sungai dipastikan aman.