“Kita lihat pasien di Babel ini rata-rata mereka malas untuk memeriksakan kandungannya, sehingga waktu di-USG banyak ditemukan posisi bayi di dalam kandungan tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan (sungsang), berat bayi tidak sesuai dengan usia kandungannya, serta kehamilan dalam kondisi kista dan sebagainya,” kata dr Mika.
Menurut dr Mika, rata-rata yang membuat masyarakat enggan untuk memeriksakan kandungan lantaran biaya USG mahal. Mereka tidak mampu untuk membayar jaminan kesehatan seperti BPJS. Hal ini tentunya membuat masyarakat kesulitan untuk mendapatkan layanan kesehatan, terutama pemeriksaan kandungannya.
“Program Partai Perindo ini sebenarnya untuk memotivasi masyarakat bahwa pemeriksaan kesehatan ini berguna, salah satunya mencegah lahirnya bayi di bawah normal. Jadi hal itulah yang membuat kami semangat, selalu konsisten untuk menjalankan program ini sehingga betul-betul dirasakan masyarakat, khusunya masyarakat Bangka Belitung,” katanya.
Ketua DPW Partai Perindo Provinsi Bangka Belitung, Hermanto Phoeng mengatakan kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan Partai Perindo kepada masyarakat, khususnya masyarakat Riau Silip. Diharapkan dengan hadirnya Partai Perindo dan tim kesehatan ini, ibu-ibu dapat mengetahui kondisi dan kesehatan bayi di dalam kandungannya.
"Selain untuk mengenalkan Partai Perindo kepada masyarakat, kami juga ingin memperkenalkan sosok-sosok kader dari partai kita (Perindo) di Kecamatan Riau Silip yang nantinya akan maju di legeslatif tahun 2024. Semoga kader kami dapat memperjuangkan pelayanan kesehatan bagi ibu-ibu. Sebab kesehatan sangat penting, terutama bagi ibu hamil," kata Hermanto Phoeng.