Erzaldi mengatakan, untuk pendirian museum ini dibutuhkan data peradaban Babel yang tersimpan di beberapa tempat seperti Perpustakaan Nasional (Perpusnas).
"Kita telah berkunjung ke Perpusnas dan berkolaborasi untuk mengenali arsip maupun sejarah mengenai Babel," katanya.
Sedangkan untuk penggunaan teknologi digital, Pemprov Babel akan menjalin kerjasama dengan Universitas Tarumanegara.
"Strategi kami, kerjasama dengan Universitas Tarumanegara terkait desain serta memanfaatkan teknologi digital," tutur Erzaldi.