Sementara itu koordinator aksi lainnya, Tomi Permana mengatakan bahwa gerakan pendaftaran kotak kosong ini murni gerakan spontanitas masyarakat Pangkalpinang. Sebab, mereka kecewa terhadap proses demokrasi yang hanya dapat diakses oleh calon yang memiliki sumber daya finansial besar.
“Aksi ini bukan hanya soal kotak kosong, tetapi juga tentang memperkuat prinsip-prinsip demokrasi dan mendorong perubahan sistem pemilihan yang lebih adil dan transparan,” kata Tomi.
Selain itu, kata dia, gerakan ini bukan hanya tentang protes, tetapi juga tentang mendorong lebih banyak dialog dan keterlibatan publik dalam proses demokrasi.
“Sebab rakyat ingin melihat perubahan nyata dan demokrasi tidak hanya menjadi milik segelintir orang yang memiliki uang, tetapi menjadi hak setiap warga negara,” ujarnya.
Aksi pendaftaran kotak kosong ini juga, kata dia, mengirimkan pesan kuat kepada para calon dan partai politik bahwa masyarakat Pangkalpinang menginginkan proses politik yang bersih dan terbuka.