Ayunan Jantra, Permainan Tradisional Bali Bernilai Sakral tentang Kehidupan Manusia

Tim iNews.id
Ayunan Jantra, permaninan tradisional yang bernilai sakral tentang kehidupan manusia. (Foto: ANTARA)

Tiang ayunan dari kayu kesuna akan ditancapkan oleh warga Sibak Luh di sebelah timur (kaja/utara di Terunyan) dan tiang kayu dari owa akan ditancapkan di sebelah barat (kelod/selatan Terunyan).

Kemudian dilanjutkan dengan mempersiapkan tempat duduk ayunan yang jumlahnya empat buah. Setelah selesai ayunan ini, maka warga yang naik juga harus dari krama Sibak Luh dan Sibak Muani secara bergantian.

Sebelum melakukan acara inti dari permainan ayunan jantra, diawali dengan upacara Mantening Ayunan. Upacara ini merupakan upacara untuk memberi sajian kepada ayunan jantra.

Upacara ini biasanya dilakukan pada malam hari, karena pada pagi dan siang harinya dipergunakan untuk mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk keperluan sajian. Seperti menyembelih seekor babi besar, mengukir janur, daun kelapa muda, daun lontar dan daun aren.

Permainan ini diamanatkan untuk dapat dimanfaatkan sebagai sarana hiburan bagi masyarakat Terunyan khususnya. Secara filosofis, Ayunan Jantra memiliki makna sebagai perputaran kehidupan di dunia ini.

Dikaitkan dengan roda perputaran nasib, karma, perjalanan hidup mengabdi atau menjalankan kewajiban (swadharma) ketika masuk menjadi karma (warga). 

Roda perputaran kehidupan di dunia ini dikaitkan dengan filosofi kelahiran utpeti, kehidupan stiti, kematian praline dan reinkarnasi (numitis/numadi), yaitu lahir kembali ke dunia ini. Apakah sebagai manusia, binatang/hewan, serangga dan lain-lain sesuai dengan baik atau buruknya perbuatan seseorang (cubha acubha karma) ketika mereka hidup di dunia sebelumnya.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perempuan di Gianyar Hilang di Pantai Masceti, Ditemukan Tewas Mengambang di Laut

57 tahun lalu

Geger! Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Tersangkut di Sungai Ayung Ubud Bali

57 tahun lalu

Kemarau Meluas, Bali dan Nusa Tenggara Alami Hari Tanpa Hujan

57 tahun lalu

Pria di Buleleng Oplos LPG Subsidi ke Tabung 12 Kg, Sehari Dapat Rp1 Juta Kini Dipenjara

57 tahun lalu

Warga Gianyar Geger, Pemandu Tamu Ditemukan Tewas dalam Mobil

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal