JEMBRANA, iNews.id - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali mendorong pemerintah daerah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) serta pembelajaran dalam jaringan (daring) bagi siswa. Di Kabupaten Jembrana, kebijakan tersebut diberlakukan pada 15–17 Oktober 2026.
Pembelajaran daring diterapkan di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah atas (SMA), baik negeri maupun swasta.
"Surat Edaran dari Dikpora Kabupaten Jembrana bahwa dalam rangka kelangkaan BBM ini, masing-masing satuan pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring," ujar Kepala SMP Negeri 1 Negara, I Ketut Tastra.
Sejumlah sekolah tampak sepi karena siswa mengikuti kegiatan belajar dari rumah. Namun, beberapa guru masih datang ke sekolah untuk mempersiapkan materi pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa, seperti yang terlihat di SDN 3 Dauhwaru.
Sementara itu, SMP Negeri 1 Negara nyaris tanpa aktivitas. Para guru menjalankan WFH, sedangkan siswa mengikuti pelajaran secara daring dari rumah masing-masing.