"Warna hijau tersebut terjadi karena unsur kimia magnesium pada batuan antariksa terbakar oleh suhu yang sangat tinggi akibat gesekan ekstrem dengan atmosfer bumi," Papar Thomas Djamaluddin.
Setelah membelah langit malam Pulau Jawa dari barat ke timur dalam durasi waktu yang sangat singkat, meteor tersebut diduga kuat tidak sampai menabrak daratan.
Pihak BRIN memastikan bahwa fenomena ini adalah kejadian astronomi yang wajar dan masyarakat diimbau tidak perlu panik, karena sebagian besar material meteor sudah terkikis habis menjadi debu sebelum menyentuh permukaan bumi.