Ditambahkan Gubernur Bali, dengan pengoperasian ketiga laboratorium ini, nantinya untuk spesimen akan langsung diambil swab tanpa rapid test terlebih dahulu. Setelah ada penambahan dua laboratorium ini, Koster merencanakan juga untuk menambah satu lab milik Dinas Kesehatan Provinsi Bali, yang kini masih dalam tahap melengkapi peralatan kesehatannya.
Rektor Universitas Udayana, Prof Dr dr Anak Agung Raka Sudewi SpS (K) mengatakan beroperasinya Lab PCR RS Unud akan mempercepat penegakan diagnosis, memastikan apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak. “Banyak hal yang bisa diefisiensikan, baik dari segi waktu menunggu pasien yang belum terkonfirmasi Covid-19, maupun keputusan apakah pasien tersebut perlu dikarantina atau tidak," ucapnya.
Selain itu, lanjut Prof Raka Sudewi, status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga dapat diketahui dan dipastikan dengan lebih cepat. “Saya sebagai Rektor Universitas Udayana mengucapkan terima kasih kepada semua pihak termasuk juga Pemprov Bali yang sangat mendukung pelaksanaan penanganan Covid-19 di Universitas Udayana ini,” ujarnya.