Sulap Ampas Tahu, Pelajar SMPN 1 Denpasar Sabet Emas di Thailand Inventors Day

Indira Arri
Sulap Ampas Tahu, Pelajar SMPN 1 Denpasar Sabet Emas di Thailand Inventors Day 2023 (Foto: iNews/Indira Arri)

Dipilihnya ampas tahu sebagai biofoam karena selama ini kerap dibuang warga ke aliran sungai. Tak jarang ampas tahu yang berhari-hari dibuang tersebut akan mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Hal itu juga sama dengan kulit kakao yang tidak terpakai dan hanya menjadi sampah.

Dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk menemukan komposisi yang pas untuk mengolah ampas tahu dan kulit kakao menjadi biofoam. Produk yang dihasilkan berupa piring dengan tekstur yang kuat dan padat. Untuk menghasilkan satu piringan biofoam dibutuhkan 50 gram ampas tahu dan 30 gram kulit kakao.

"Kita mencari alternatif dengan biofoam. Kita ambil dari ampas tahu dan kulit kakao. Di lingkungan kita juga memang ada pabrik tahu dan perkebunan kakao," ucapnya.

Biofoam berbahan ampas tahu dan kulit kakao ini dapat difungsikan sebagai piringan tempat makanan ringan. Ke depan anak-anak berprestasi ini berencana akan mengembangkan produk biofoam tersebut menjadi mangkok, gelas hingga sendok.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
18 jam lalu

Kecelakaan Maut di Babelan, Pelajar SMP Tewas Terlindas Truk Pengangkut Tiang Listrik

9 hari lalu

Seratusan Siswa SMPN 2 Cisarua Bogor Keracunan Usai Santap MBG, Diduga dari Susu

17 hari lalu

Pembunuh Pelajar SMP di Bekasi Ditangkap, Motif gegara Korek Api

17 hari lalu

Pelajar SMP di Sukatani Bekasi Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Orang Tua Korban Histeris

18 hari lalu

Truk Fuso Diduga Rem Blong Tabrak 4 Kendaraan di Pringsewu, 2 Pelajar SMP Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal