Maxim Zhiltsov disebut sebagai orang yang membahayakan keamanan negara, khususnya Bali. Bahkan Polri pernah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Maxim Zhiltsov.
Petugas Imigrasi yang menangkap Maxim Zhiltsov di vilanya menemukan selembar surat DPO Polri dan surat panggilan klarifikasi laporan pengaduan masyarakat dari Polresta Denpasar.
Selain itu ditemukan delapan senjata tajam, satu gas air mata, empat paspor, dan dua dokumen perjalanan Rusia.
Imigrasi Bali menindak Maxim Zhiltsov dan kekasihnya Polina Syrovatskala dengan deportasi.
Pada Kamis (21/9/2023) malam, keduanya dipulangkan ke negaranya melalui Bandara Ngurah Rai menggunakan pesawat maskapai Emirates dengan tujuan akhir Moskow Rusia.