"Menurut dia, itu baru di Blok Salam saja. Untuk blok lain di perairan Waduk Cirata Jangari saya tidak tahu, kemungkinan banyak ikan mati juga," katanya.
Pembudidaya berharap pemerintah melakukan pendataan di seluruh kawasan Waduk Cirata Jangari. Data tersebut diperlukan untuk mengetahui total kerugian sekaligus menentukan langkah antisipasi terhadap fenomena upwelling yang berulang setiap tahun.
Hingga Rabu (9/9/2026), belum ada angka pasti mengenai total ikan yang mati dan kerugian pembudidaya di seluruh kawasan. Untuk sementara, sekitar 10 ton ikan di Blok Salam tercatat mati dengan estimasi kerugian mencapai Rp250 juta.