Sementara itu, Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Bandung Kompol Oliestha Ageng Wicaksana menjelaskan, hasil tes urine menjadi dasar penanganan lebih lanjut terhadap warga yang terindikasi menggunakan narkoba.
Bagi warga yang hasil tes urinenya negatif, polisi menyiapkan langkah pencegahan melalui penyuluhan. Kegiatan ini akan melibatkan Satuan Pembinaan Masyarakat Polrestabes Bandung dan jajaran polsek untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai bahaya narkoba.
"Untuk orang-orang yang telah kami amankan yang terindikasi positif, kami bawa ke Mako untuk kami mintai keterangan dan tentukan mana yang sebagai pengguna saja dan mana terkait jaringan," ucap Kompol Oliestha.
Ketua RW 09 setempat, Yudi menyambut baik langkah penindakan dan pencegahan tersebut. Dia berharap operasi kepolisian dapat membantu memperbaiki kondisi lingkungan sekaligus mencegah aktivitas narkoba kembali berkembang.
Dia mengakui, wilayahnya memiliki riwayat aktivitas narkoba sehingga kerap dikaitkan dengan citra zona merah. Meski demikian, pengurus RW mengaku rutin melakukan pendataan administrasi warga dan pemeriksaan kesehatan lingkungan setiap enam bulan sekali.
"Zona red ini ya setiap daerah pasti ada, cuma ini sudah menjadi legenda, bukan rahasia lagi. Orang lain mah banyak berbicara bahwa ini sudah tutup tapi orang-orang tertentu," kata Yudi.