6 Bulan Terakhir, 28 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Terjadi di KBB

Adi Haryanto
Dalam enam bulan terakhir, 28 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi di KBB. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Eriska Hendrayana menyatakan, penanganan terhadap korban kekerasan, terutama pecabulan membutukan waktu lama. Seperti kasus yang menimpa siswi SD di Padalarang, korban pencabulan empat tetangganya.

"Adanya program Geprak ini memang mendorong agar masyarakat speak up (bicara), berani lapor agar pelaku diadili dan masyarakat jadi waspada, Harapannya, kasus-kasus seperti itu tidak terjadi di lingkungan mereka," ujar Eriska Hendrayana. 

Sementara itu, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) KBB Sonya Fatmala mengatakan, di satu sisi P2TP2A KBB tidak mau ada muncul kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, tapi di sisi lain, ketika laporan kasus banyak, itu menjadi simbol masyarakat sudah berani lapor. 

"Sekarang sudah modern, orang berani dan mudah melapor, sehingga harapannya bisa melindungi perempuan dan anak dari kejahatan yang tidak masuk akal. Bukan hanya anak perempuan, laki-laki juga kadang ada yang jadi korban," tutur Sonya Fatmala.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Rumah dan Empat Kambing Milik Warga Saguling KBB Ludes Terbakar

57 tahun lalu

Ini Penyebab Kriminalitas Terjadi di Angkot KBB, Sopir Pemabuk Jadi Salah Satu Faktor

57 tahun lalu

TKK Dihapus pada 2023, Ini Antisipasi Pemda KBB Atasi Masalah SDM dan Pengangguran

57 tahun lalu

Ladang Kopi Jenis Liberika Andriona Ditemukan di KBB, Diduga Peninggalan Belanda

57 tahun lalu

Gelar Pesta Rakyat, Hengki: HUT KBB Harus Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal