Pada paparannya, dia mengangkat bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan Polda Metro Jaya dalam Pengelolaan persepsi publik, terutama saat pandemi.
"Karena strategi Polda Metro saat pandemi ini sangat berbeda dengan kondisi biasa atau normal. Saat pandemi, Polri berjibaku dengan persepsi publik. Sementara kita ditugaskan oleh negara untuk menyampaikan bahwa corona ini menang ada," ujar dia.
Dia mencontohkan, salah satu tindakan pemolisian out of the box yang dilakukan Polda Metro saat pandemi adalah soal vaksinasi. Saat ini, Polri menjadi salah satu instansi yang secara aktif mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia.
Sementara itu, salah seroang tim penguji Edwin Rizal memberi masukan terkait kajian riset doktoral tersebut. Selain mengangkat tentang persepsi publik saat pandemi, dia bisa juga menggali persepsi publik tentang kepolisian. Karena sampai sekarang, terutama setelah berpisah dari ABRI, persepsi publik belum banyak berubah.
"Padahal secara personel kepolisian kita nomor 5 terbesar di dunia. Tapi kenapa belum bisa merubah persepsi masyarakat. Ini mungkin bisa dibahas lebih lanjut. Tapi ini cukup menarik, bahkan kalau perlu lebih baik dipercepat, sehingga bisa memberi kemaslahatan bagi masyarakat saat pandemi ini," ucap dia.