Setelah melihat langsung fragmen yang disimpan warga, Benni kemudian melaporkan keberadaan benda tersebut kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat serta Badan Arkeolog Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang.
“Saya menemukan salah satu warga yang kemudian menyimpan beberapa spesimen batu bata besar itu. Setelah saya lihat, kemudian saya langsung laporkan,” ujarnya.
Secara kasatmata, ukuran dan bentuk fragmen tersebut memiliki kemiripan dengan material bata yang ditemukan di sejumlah peninggalan kuno di Karawang, termasuk kawasan Situs Batujaya.
Kemiripan itu memunculkan dugaan bahwa bata-bata besar tersebut pernah menjadi bagian dari struktur bangunan kuno. Salah satu kemungkinan yang muncul adalah struktur keagamaan seperti candi, tetapi dugaan itu belum dapat dipastikan tanpa penelitian arkeologis.
Ukuran, bentuk dan bahan bata saja belum cukup untuk menentukan usia, fungsi, maupun asal-usulnya. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah fragmen tersebut memang berkaitan dengan struktur kuno di kawasan Lemahduhur.