Dinamika atmosfer ketiga, ada indikasi pembentukan pusat tekanan rendah di sekitar wilayah perairan selatan Indonesia yang dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif cukup masif dan berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi, peningkatan kecepatan angin permukaan, serta peningkatan tinggi gelombang di sekitarnya.
"Faktor pemicu keempat, terpantau beberapa aktivitas gelombang atmosfer, yaitu fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang terbentuk bersamaan dengan gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial," kata Dwikorita saat konferensi pers di Kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta, Selasa (20/12/2022).
"Kondisi tersebut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia terutama di bagian tengah dan timur," tutur Kepala BMKG.
Dwikorita mengatakan, selain hujan lebat, dinamika atmosfer kompleks juga berpotensi mengakibatkan gelombang tinggi di wilayah perairan Indonesia pada periode 21-27 Desember 2022.
Wilayah perairan Indonesia yang perlu diwaspadai adalah:
1) Kategori Tinggi Gelombang 2,5-4.0 meter: Selat Malaka bagian utara, perairan utara Sabang, Barat Aceh, Barat Nias, Kepulauan Mentawai, barat Enggano hingga Lampung.