"Banyak yang kena, guru juga ada, pasa saya tanya makan apa ternyata sama semua makan telur puyuhnya asam dari MBG," ujar Agus Bahtiar, salah satu orang tua siswa.
Para siswa terus berdatangan ke instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Putra Bahagia. Sejumlah korban tiba dalam kondisi lemas, bahkan harus diangkat menggunakan tandu untuk mendapatkan perawatan.
Padatnya pasien membuat petugas merujuk sebagian korban ke rumah sakit lain. Dari empat rumah sakit yang menangani para korban, sebagian pasien telah diperbolehkan pulang, sedangkan lainnya masih menjalani perawatan medis.
Sementara itu, sembilan ambulans disiagakan kembali di Rumah Sakit Putra Bahagia untuk membantu merujuk pasien yang masih membutuhkan penanganan lebih lanjut.