Padahal, Dadang Supriatna ingin menyampaikan keluhan dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Bandung. Dia mencontohkan soal pembangunan sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Bandung. "Dari usulan 10 turun menjadi 6. Namun kembali turun menjadi dua. Padahal, Pemkab Bandung telah menyiapkan lahan," tutur Bupati Bandung.
Pembangunan Jembatan Tegalluar yang diajukan ke Pemprov Jabar juga tidak terealisasi. Akhirnya, Pemkab Bandung mengucurkan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp12 miliar.
Begitu juga dengan Rancamanya, tidak kunjung direalisasikan. "Tahun ini Pemkab Bandung menganggarkan Rp7 miliar untuk jembatan Rancamanyar," ucap Dadang Supriatna.
Sementara, ujar Bupati Bandung, Jalan Raya Bojongsoang-Dayeuhkolot merupakan jalan provinsi yang saat ini kondisi kemacetannya sangat parah. Karena Pemkab Bandung mengajukan pembangunan flyover ke Pemprov Jabar.
"Ingat, Jawa Barat itu kan bukan cuma Kota Bandung, tapi 27 kota/kabupaten. Perhatikan juga kebutuhan daerah lain, jangan hanya satu daerah saja," ujar Bupati Bandung.
Mistam, pengemudi ojek online (ojol) mengatakana, masyarakat sangat mendukung rencana pembangunan flyover Bojongsoang. "Jalan layang sangat dibutuhkan karena Jalan Raya Bojongsoang meruapakan jalur provinsi yang jalanan sibuk dari pagi hingga malam hari," kata Mistam.