Cegah Penyakit Seksual, Bocah Korban Pencabulan Guru Ngaji di Garut Dites Darah dan Urine

fani ferdiansyah
Sejumlah bocah korban pencabulan di Garut dites urine dan darah untuk memastikan tertular penyakit seksual atau tidak. (Foto: Ilustrasi)

"Jangan sampai si korban diolok-olok atau dibully di sekolahnya. Pelaku boleh saja diekspos atau diapa saja, tapi anak tolong dilindungi dan dirahasiakan," ungkapnya. 

Seperti diketahui, perbuatan cabul yang dilakukan AS rata-rata menciumi bibir dan pipi, meraba-raba para korban, hingga memainkan serta menggesekan kemaluannya pada pantat korban. Mirisnya lagi, perbuatan itu disaksikan oleh anak-anak lain yang juga menjadi korban AS, di rumahnya kawasan Desa Sirnasari, Kecamatan Samarang.

"Belum diketahui apakah ada penetrasi atau tidak, karena kami masih menunggu hasil visum," ucap Kasat Reskrim Polres Garut AK Deni Nurcahyadi. 

Untuk memuluskan aksinya, AS mengiming-imingi para korban sejumlah uang mulai nominal Rp2.000 hingga Rp5.000, serta memperbolehkan mereka meminjam handphone miliknya. 

"Tersangka melarang korban memberitahukan perbuatan cabul itu kepada siapapun, dia mengancam akan mengincar siapa saja yang membocorkan perbuatannya," katanya. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Guru Ngaji Cabul di Samarang Garut Ngaku Pernah Jadi Korban Pelecehan Seksual saat Kecil

57 tahun lalu

Siasat Licik Ayah Tiri Cabuli Anak 30 Kali di Cianjur, Ancam Ceraikan Ibu Korban

57 tahun lalu

Kasus Pencabulan Anak di Cianjur, Polisi Tangkap Ayah Tiri dan Ibu Kandung

57 tahun lalu

Biadab! Ayah di Cianjur Cabuli Anak Tiri 30 Kali Disaksikan Ibu Kandung

57 tahun lalu

Sesumbar Kebal Hukum, Pemuda Cabuli Siswi SD di Sidoarjo Tak Berkutik Ditangkap Polisi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal