Dedi Mulyadi Laporkan Pelaku Pembabatan Hutan Bambu di Purwakarta ke Polisi

Agus Warsudi
Dedi Mulyadi mendampingi Abah Adim melaporkan kasus pembabatan hutan bambu ke Polres Purwakarta. (Foto: Istimewa)

“Jangankan pemilik, tukang panggul saja sejahtera. Satu batang Rp2.000. Kalau 50 batang sehari bisa dapat Rp100.000,” kata seorang warga.

Mendengar hal itu sontak Dedi tak setuju. Bagi Dedi, alih tanam dari bambu ke pisang malah akan memperburuk keadaan. Sebab warga di sana pernah menanam pisang namun gagal karena hama dan penyakit. Belum lagi pisang akan membuat struktur tanah rapuh dan menyebabkan longsor.

“Namanya perhutanan sosial itu menyejahterakan masyarakat, meningkatkan ekonominya. Bukan orang kota yang datang menggarap ke sini. Logikanya di mana hutan kok ditanami pisang. Itu mah perkebunan namanya,” kata Dedi.

Mantan Bupati Purwakarta ini menyatakan, banyak manfaat yang didapat dari bambu selain dari segi ekonomi. Pertama bambu bisa membantu terhindar dari longsor terlebih Sukasari merupakan lereng berbukit.

Kedua, bambu merupakan penyelamat mata air dan tanaman yang baik sebagai daerah resapan. Hal ini cocok ditanam di daerah Sukasari yang merupakan ‘tanggul’ dari Waduk Jatiluhur.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
5 tahun lalu

Hutan Bambu di Purwakarta Ditebang Jadi Kebun Pisang, Dedi Mulyadi Marah Besar

20 hari lalu

Vaksin Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan di Purwakarta, Kucing hingga Musang

23 hari lalu

Krisis Air Bersih di Purwakarta Meluas hingga 55 Desa Imbas Kemarau

30 hari lalu

KDM Minta Sekolah Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terapkan Pembelajaran Daring

1 bulan lalu

Pria di Purwakarta Bawa Samurai Nekat Palak Polisi Minta Rp100.000 Berakhir Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal