Menurut Wahyu Indra, pendirian Warso dilatarbelakangi pengalamannya pernah menjadi ketua RW di Kelurahan Kemirimuka, Kota Depok.
Berawal dari kegelisahan bahwa untuk menjalankan roda organisasi kepengurusan RW yang sangat minim dan selalu mengandalkan dari iuran warga. Sementara dana penguatan dari pemerintah daerah hanya berkisaran Rp2 juta per tahunnya.
Padahal di dalam kepengurusan RW ada PKK, Karang Taruna dan berbagai macam kegiatan yang harus dijalankan.
Di sisi lain, kata Wahyu, pengetahuan dan kemampuan pencatatan keuangan menjadi salah satu sorotan di setiap pengurus RW.
Untuk itu Warso juga akan memberikan transfer knowlegde tentang pencatatan keuangan RW yang baik.