Fase Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir, Aktivitas Kembali ke Fase Strombolian

iNews
Kepala Badan Geologi, Lana Saria saat menjelaskan tentang perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, Selasa (8/9/2026). (Foto: iNews).

Dia mengatakan, kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dengan situasi menjelang peristiwa tsunami pada Desember 2018.

Berdasarkan analisis data deformasi, tidak ditemukan adanya pergeseran dinding kawah yang berpotensi memicu longsoran. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa potensi tsunami akibat longsoran tubuh gunung tidak menunjukkan ancaman seperti pada 2018.

Dia mengungkapkan, pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga tidak mencatat adanya anomali muka air laut di sepanjang Selat Sunda. 

"Berdasarkan data BMKG di periode 4-6 September tidak ada anomali terhadap muka laut yang menandakan, tidak adanya potensi tsunami," ucapnya.

Membaiknya kondisi atmosfer di sekitar Gunung Anak Krakatau turut memberikan dampak terhadap aktivitas penerbangan. Seluruh NOTAM keselamatan penerbangan saat ini berada dalam status hijau dan biru.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
8 hari lalu

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menurun, BMKG Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca

8 hari lalu

Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi, Sempat Tutup 2 Hari akibat Abu Erupsi

8 hari lalu

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Manggarai NTT, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

8 hari lalu

Gunung Ile Lewotolok di NTT Meletus Pagi Ini, Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 800 Meter

9 hari lalu

Sejarah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang Kembali Erupsi Dahsyat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal