Harga BBM Tinggi, Peneliti Indef Sebut Kanaikan Mestinya Tak Lebih 5 Persen 

Arif Budianto
Kenaikan BBM disebut peneliti Indef tak lebih dari 5 persen. (Foto: Dok)

Kendati begitu, dia pun menyoroti harga keekonomian BBM produksi Pertamina yang dinilai terlalu tinggi. Dia membanding dengan harga keekonomian BBM negara lain yang bisa ditekan sekecil mungkin. 

"Kenapa harga keekonomian BBM di Indonesia ini sangat tinggi. Padahal ada  beberapa negara bisa rendah. Jadi apakah program BBM kita belum efisien atau kurang tepat sasaran. ini menjadi problem kita," tutur dia. 

Terkait survei yang menyimpulkan susbidi BBM masih dibutuhkan masyarakat, dia menilai subsidi penting bagi warga miskin. Namun jangan sampai tidak tepat sasaran dan melemahkan masyarakat. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pertamina Bantah Kabar Beli BBM Subsidi Wajib Pakai MyPertamina per 1 Agustus 2022

57 tahun lalu

Dampak Kenaikan Harga Pertamax, Antrean Pertalite Mengular di SPBU Bandung

57 tahun lalu

Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Warga Lamongan Beralih ke Pertalite

57 tahun lalu

Ramai Isu Harga BBM Naik, Warga Surabaya Rela Antre di SPBU Mengaku Takut Kehabisan

57 tahun lalu

Ekonomi DIY Tumbuh, Penduduk Miskin Malah Bertambah Ternyata Ini Biang Keroknya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal