Warga kemudian datang membantu dan berhasil melumpuhkan babi hutan tersebut. Ahsanudin selanjutnya dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.
Petugas medis, Nani Supriyatin mengatakan, korban datang ke tempat praktiknya dengan sejumlah luka akibat serangan babi hutan.
“Pasien datang ke tempat praktik saya dan setelah saya tangani ternyata korban serudukan babi liar,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami belasan luka gores dan beberapa luka dalam. Dia kemudian disarankan menjalani penanganan lanjutan di puskesmas.
“Saya tangani ternyata ada luka 15 goresan panjang dan tiga luka dalam sekitar 1 cm. Saya minta korban datang ke puskesmas untuk penanganan selanjutnya,” ucapnya.
Hingga Selasa (4/8/2026) sore, kondisi Ahsanudin dikabarkan mulai membaik. Dia juga sudah dapat kembali beraktivitas secara perlahan. Warga menduga dua babi hutan tersebut masuk ke permukiman setelah kehilangan arah akibat aktivitas perburuan di kawasan hutan yang tidak jauh dari lokasi.