Ini Pembelaan Ridwan Kamil soal 25 Relawan Uji Klinis Vaksin Positif Covid-19

Agung Bakti Sarasa
Vaksin Sinovac. (Foto: Istimewa)

Namun, Kang Emil mengemukakan, relawan masih dimungkinkan terpapar Covid-19 sebelum 30 hari setelah penyuntikan kedua karena pembentukan antibodi sedang berproses. Apalagi, jika relawan mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

"Suntikan pertama itu pengkondisian tubuh, kemudian suntikan kedua itu merangsang munculnya antibodi. Antibodi kan dari 0 persen, bisa kenanya lagi 30 persen atau 25 persen, tapi kalau sudah 90 persen, teorinya kabarnya tidak," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Tim Uji Klinis Vaksin Sinovac Kusnandi Rusmil mengatakan, sebanyak 25 orang relawan uji klinis vaksin Sinovac terpapar COVID-19. Namun, para relawan itu dalam kondisi bergejala ringan level 1 atau orang tanpa gejala (OTG).

"Ya betul (25 relawan uji klinis vaksin terpapar Covid-19). Perinciannya, dari 810 orang relawan yang mendapat suntikan placebo, 18 terpapar Covid-19. Kemudian tujuh (terpapar Covid-19) dari 810 orang relawan, mendapatkan suntikan vaksin," kata Kusnandi, Senin (18/1/2021).

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

25 Relawan Uji Klinis Vaksin Terpapar Covid-19, Mayoritas Bergejala Ringan

57 tahun lalu

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac Belum Selesai, Persentase Kemanjuran Bisa Berubah

57 tahun lalu

Ridwan Kamil Klaim Tak Perlu Divaksin karena Relawan Uji Klinis, Ini Kata Ketua Tim Riset

57 tahun lalu

Hasil Uji Klinis BPOM, Vaksin Sinovac Aman Tak Ada Efek Samping Serius

57 tahun lalu

Menko PMK Muhadjir Optimistis Uji Klinis Vaksin Covid-19 Berhasil Baik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal