Selama bergabung dengan komunitas pencinta anak dan remaja, Tsana aktif mendatangi desa-desa dan beraktivitas bersama anak-anak, seperti membacakan dongen hingga bermain bersama. Sementara di Taman Ilmu, dia aktif menjadi pengajar mingguan di Desa Sukanegla, Jatinangor.
Di sana, Tsana mengajar sejumlah mata pelajaran. Tidak sekadar mengajar, dia dan tim mengembangkan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan anak usia sekolah. Proses belajar mengajar dikemas dengan suasana yang santai.
"Kami juga sering menyelipkan kurikulum moral, kasih pesan ke anak-anak. Jadi santai tetapi tetap bisa dapat pembelajaran," kata Tsana.
Dia juga pernah aktif di komunitas Earth Day Unpad. Tsana membantu melakukan reboisasi lahan kritis di kawasan hulu Sungai Citarum.
Meski aktif berkegiatan sosial, Tsana tidak lupa akan tugas utamanya yaitu belajar. Kuliah tetap menjadi prioritas. Menurutnya, mahasiswa penting membuat prioritas agar tetap fokus dalam menyelesaikan studinya. Inilah rahasianya sehingga tetap bisa menyelesaikan pendidikan dalam waktu kurang dari empat tahun dan dengan prestasi yang membanggakan.