Jabar Dipastikan Masih Aman Demam Babi Afrika, DKPP Belum Temukan Kasus

Agung Bakti Sarasa
DKPP Jabar memastikan, di Jabar masih bebas kasus demam babi Afrika. (Foto: Ilustrasi)

"Dari teman-teman di sana juga tidak ada," ucapnya.

Meski begitu, pihaknya mengimbau agar para peternak babi di Jawa Barat untuk selalu waspada. Pihaknya pun akan melakukan deteksi lalu lintas hewan di sejumlah titik guna meningkatkan pengawasan. 

Kabupaten Kuningan dan Bogor sendiri selama ini memasok babi untuk kepentingan hewan potong ke Jakarta dan Kota Bandung. Kendati demikian, jumlah hewan babi yang dikirim ke rumah potong hewan relatif kecil.

"Yang dari Kuningan itu ke RPH babi di Kota Bandung paling hanya 15-20 ekor per hari, tidak banyak," ujar dia.

Untuk diketahui, virus demam babi Afrika bukanlah kasus baru di Indonesia. Kasus virus demam babi Afrika pertama kali teridentifikasi di Medan, Sumatera Utara pada 2019 lalu yang kemudian menyebar ke sejumlah wilayah di Indonesia seperti NTT, Bali, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Kasus menjadi heboh saat virus ditemukan di Pulau Bulan, Batam, Kepulauan Riau pada April lalu. Pasalnya, Pulau Bulan menjadi satu-satunya wilayah yang mengirimkan babi hidup ke luar Indonesia.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Babi Hutan Masuk Kedai Bakso di Garut, Warga Hendak Buka Puasa Panik

57 tahun lalu

Waspada Penyakit PPR, Dinperpa Pekalongan: Hati-hati Jual Beli Hewan Kurban!

57 tahun lalu

Waduh, Jelang Idul Adha, Sapi dan Kerbau di Garut Diserang Penyakit Kulit LSD

57 tahun lalu

Prajurit Raider 408/Suhbrastha Bangun Pagar Sepanjang 1 Km untuk Atasi Hama Babi

57 tahun lalu

Wabah African Swine Fever di Kalbar Meluas, 2.965 Ekor Babi Mati

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal