Jabar Disentil WHO Gegara Mobilitas Masyarakat Meningkat, Wagub Jabar Bilang Begini

Dicky Wismara
Aktivitas dan mobilitas warga Kota Bandung kembali meningkat seiring relaksasi yang dilakukan pemerintah di sektor ekonomi. (Foto: iNews/DICKY WISMARA)

Uu menyatakan, pemberlakuan sanksi terhadap masyarakat dan pelaku ekonomi yang tak mematuhi prokes, tetap ditegakkan. Saksi terhadap pelanggar prokes masih berlaku.

"Artinya, prokes ini mutlak. Namun tidak menimbulkan kekauan dalam berkegiatan ekonomi. Ada batasan-batasan tertentu yang disepakati bersama, sesuai arahan pemerintah pusat. Ada yang 25 persen, 50 persen," ujar Uu Ruzhanul Ulum.

Diketahui, WHO menyoroti tingginya mobilitas dan aktivitas masyarakat di beberapa provinsi di Indonesia, seperti sebelum pandemi. Selain Jawa Barat, WHO juga menyoroti Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten. WHO khawatir, peningkatan mobilitas dan aktivitas tersebut kembali memicu lonjakan kasus Covid-19.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
17 hari lalu

Dedi Mulyadi Tutup Permanen 5 Tambang Batu Kapur di Cipatat-Padalarang KBB

22 hari lalu

Ambil Alih Teras Cihampelas, Dedi Mulyadi Segera Bongkar Aset Peninggalan Ridwan Kamil

1 bulan lalu

1.000 Lebih ASN di Jabar Diduga Terlibat Judi Online, Transaksi Tembus Rp10 Miliar

2 bulan lalu

Kisruh SPMB Jabar, Sekolah Swasta Tolak Skema Bantuan Rp100.000 ke Siswa

2 bulan lalu

Kisruh SPMB Jabar, Sekolah Swasta Gratis Kini Diserbu Calon Siswa dan Orang Tua

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal