Petugas Pasar Kepuh, Arisman mengatakan, belakangan ini memang banyak keluhan dari pedagang adanya pembeli dengan menggunakan uang palsu. Menurutnya, peredaran uang palsu memang marak jelang bulan puasa.
Biasanya para pembeli dengan uang palsu belanja di jam-jam sibuk, khususnya saat sore atau malam hari, ketika cahaya dari luar juga mulai redup. Jadi mereka tidak bisa membedakan mana yang asli dan palsu.
"Biasanya kami dapat laporan dari pedagang, kalau pecahan uang palsu Rp100.000, dibelanjakan banyak. Jadi kembaliannya misalnya tinggal Rp20.000," ujar dia.
Menurutnya, dalam satu malam kemarin, pedagang mengumpulkan uang hingga Rp500.000 dari pecahan Rp100.000 dan Rp50.000. Dia menghimbau kepada para pedagang agar secara teliti melihat uang dari para pembeli.
"Karena peredaran uang palsu di duga di lakukan secara berkelompok ke sejumlah pasar jelang Ramadhan," katanya.