"Mereka boleh jadi guru sepuh, orang tua di rumah, atau teman perjalanan saat menggunakan transportasi publik. Anak-anak SMA itu pada kuat, tapi dia bisa menjadi carrier virus. Ini juga perlu jadi perhatian," ucap dia.
Dia berharap, adaptasi protokol kesehatan di SMA/SMK/SLB ini segera selesai agar dapat disosialiasasikan ke kabupaten/kota. "Kementerian Pendidikan sudah ada plan A, plan B, plan C, tapi belum sampai ke kita (Disdik Jabar). Insya allah Jumat ini sudah jelas," kata dia.
Terkait jadwal pembukaan kembali kegiatan pendidikan di sekolah, Dewi menegaskan bahwa Disdik Jabar masih menunggu keputusan Kementerian Pendidikan Nasional yang saat ini juga masih menunggu keputusan Satgas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Nasional.
"Pak Menteri Nadiem ancar-ancar semester awal harus mulai pada Juli, tapi pertama kali masuk sekolahnya tanggal berapa harus nunggu informasi Satgas COVID Pusat," ujarnya.