"Seusia dia kan belum waktunya untuk berkutat dengan gawai (HP). Sementara di kita kan, sudah lumrah pemandangan anak-anak begitu lengket dengan gawai. Akhirnya, kami alihkan (perhatian Shakila) dengan belajar silat," ujar Ratu.
"Kami sebagai orang tua, tidak bijak juga membentak anak-anak agar jangan main gawai (HP). Caranya, ya ada alternatif. Silat, jadi objek untuk mengalihkan itu," tuturnya.
Kendati demikian, kata Ratu, tidak ada paksaan terhadap Shakila untuk mengalihkan perhatiannya dari Gawai ke Silat. Bagi Ratu, segala sesuatu yang dilakukan dengan paksaan, tidak akan membuahkan hasil yang menggembirakan.
"Harus dengan cinta. Dan Shakila ini, mungkin karena sudah keturunan ya, jadi ya sangat menikmati belajar (silat) nya," ucap Ratu.
Selain itu, proses regenerasi juga menjadi pertimbangan lain, Ratu mendidik anak-anak sejak usia dini. Shakila, bukan satu-satunya murid yang masih belia di padepokannya. Dijelaskannya, di padepokannya, jenjang pendidikan dari mulai anak-anak sampai kuliah.