Benar saja, setelah mandi dan berendam di air telaga kecil itu, penyakit kulit yang menjijikkan dan beraroma busuk yang diderita Putri Purbasari sembuh. Tidak ada bekas sama sekali di wajah dan tubuhnya bahwa dia pernah terkena penyakit.
Bahkan, kulitnya menjadi lebih segar, cerah, dan halus dari sebelumnya. Wajahnya yang memang cantik, dan kulitnya yang semula memang mulus, menjadi lebih cantik dan mulus lagi. Putri Purbasari gembira sekali. Doa sangat berterima kasih kepada Lutung dan Yang Maha Kuasa.
Selanjutnya dalam kisah Lutung Kasarung ini, tersebut di istana Kerajaan Pasir Batang, Prabu Tapa Agung dan Permaisuri yang sangat merindukan Putri Purbasari akhirnya memerintahkan para dayang dayang untuk menjenguk keadaan Putri Purbasari.
Setelah sampai di hutan tempat di mana Putri Purbasari diasingkan, terkejutlah para dayang dayang melihat keadaan Putri Pusrbasari yang telah sembuh sama sekali dari penyakit kulit yang menjijikkan itu. Dia kemudian meyakinkan Putri Purbasari dan mengajaknya untuk kembali ke istana.
Awalnya Putri Purbasari menolaknya, tetapi karena mendengar betapa ayahandanya Prabu Tapa Agung sangat merindukannya, akhirnya dia menerimanya. Putri Purbasari dengan ditemani oleh Lutung Kasarung kembali ke istana Kerajaan Pasir Batang bersama para dayang dayang.