Krisis Air Bersih Semakin Meluas di Cirebon, 70 Persen Sumur Kering di Karangwuni

Toiskandar
Warga mengantre pembagian air bersih Dusun 2, Desa Karangwuni, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon. (Foto: iNews.id/Toiskandar)

"Kami harus merogoh kocek untuk membeli lima galon air untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Jadi Rp25.000 kami harus mengeluarkan untuk beli air bersih setiap hari," kata Wiwin, warga setempat.

Sementara, hampir 70 persen Desa Karangwuni mengalami krisis air bersih. Tidak adanya hujan sejak tiga bulan terakhir membuat warga mengalami krisis air cukup parah. 

Sebagian warga harus menggunakan galon hingga mencari air ke sumber yang masih menyisakan air.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cirebon, terdapat enam kecamatan yang telah melaporkan krisis air bersih sebagai dampak kemarau panjang. Enam kecamatan tersebut yakni kecamatan Sedong, Kapetakan, Gegesik, Klangenan dan Kecamatan Mundu.

Kecamatan Sedong menjadi kecamatan terparah dengan beberapa desa yang terdampak kemarau panjang. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
3 tahun lalu

Warga Kota Sukabumi Dilanda Kekeringan, Air Bersih Andalkan Bantuan Pemerintah

18 hari lalu

Kekeringan Landa Lobar, Legislator Partai Perindo Desak BPBD Siagakan Tangki Air 24 Jam

18 hari lalu

14 Daerah di Jateng Dilanda Kekeringan, Pemprov Dorong Modifikasi Cuaca

23 hari lalu

Dilanda Kekeringan, Harga Beras di Mahakam Ulu Melambung Rp1 Juta per Karung

23 hari lalu

3 Bulan Sumur Kering, Warga Lampung Selatan Terpaksa Beli Air Bersih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal