Wawan menduga, gelombang pasang atau tsunami yang menyapu sepanjang bibir pantai Pandeglang, Banten itu akibat adanya longsoran material Gunung Anak Krakatau.
Sementara itu, Kasubit Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Wilayah Barat, Akhmad solihin mengatakan, aktivitas Gunung Anak Krakatau terus mengalami letusan sejak Juni hingga Agustus 2018. Tetapi, kondisinya sangat fluktuatif dengan aktivitas letusan naik turun.
Sementara amplitudo maksimum terhadap tremor kegempaan sudah berlangsung pada Juni hingga sekarang. Namun, selama ini belum pernah terjadi peristiwa gelombang tinggi seperti Sabtu kemarin malam.
"Kami juga sedikit kaget dengan kejadian semalam," ujar dia.