Makanan Khas Jawa Barat, Leumeung Hanya Disantap di Waktu Khusus

Asep Supiandi
Salah satu makanan khas Jawa Barat adalah leumeung di Kampung Krajan, Desa Cikeris, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. (Foto: iNews.id/Asep Supiandi)

Begitu pula saat menyantap tidak setiap waktu, hanya disajikan ketika panen raya atau menjelang puasa Ramdhan atau disebut ngaleumeung.

Satu-satunya perajin leumeung yang masih mempertahankan tradisi itu, yakni H Dayat (61) warga Kampung Krajan RT 14/1 Desa Cikeris, Kecamatan Bojong. Dia pun meyakini makanan khas di Jawa Barat ini jauh sebelum sate maranggi berkembang di Purwakarta.

Kemampuan membuat leumeung ini dapat secara turun temurun dari bapak dan kakeknya dulu. Saat ini hanya dirinyalah yang masih memproduksi penganan tradisonal itu. 

“Saya tidak tahu persis kapan leumeung itu ada, yang jelas merpakan makanan para karuhun. Hanya saja, dulu waktu masih kecil suka diajak ngaleumeng di sawah bersama keluarga atau tetangga," ujar H Dayat.

Menurutnya, enganan ini dibuat dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Bumbu dasar, seperti batang kecombrang, daun salam, serai, kunyit, kemiri dan bawang daun banyak tersedia di kebun. Bumbu itulah yang sering dimanfaatkan untuk membuat leumeung. 

H Dayat sibuk mengolah leumeungsebagai salah satu makanan khas Jawa Barat. (Foto: iNews.id/Asep Supiandi)


Terlebih banyak pula warga kampung yang memelihara ayam, ikan atau domba. Jadi bumbu yang didapat di kebun sekitar serta hewan ternak yang ada benar-benar diolah menjadi penganan khas.

Dia pun menyebutkan, dari mulai mengolah bumbu, membakar hingga tersaji siap disantap, membutuhkan waktu sekitar 5 jam. Uniknya bagian dalam potongan bambu tidak dibersihkan dulu. 

“Justru serbuk alami yang berada di dalam bambu itulah memberikan cita rasa tersendiri. Rasanya akan berbeda jika dibersihkan dulu,” katanya.

Setelah menunggu berjam-jam, akhirnya leumeung pun matang. Sebilah golok langsung membelah bambu yang masih mengepulkan asap. Aroma wangi khas pun menyeruak dan menusuk hidung. Tak sabar rasanya untuk segera melahap habis penganan langka itu.  

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Keren Pisan, 4 Kuliner Majalengka Akan Dipamerkan di Jerman 

57 tahun lalu

Kecelakaan Bus Wisata dan Truk di Tol Cipali, Sopir Tewas Puluhan Penumpang Luka-Luka

57 tahun lalu

2 Truk Tabrakan di Tol Cipularang, Kernet Tewas Terjepit

57 tahun lalu

3 Jalur Alternatif Purwakarta Cirebon Anti Macet Cipali, Hemat 2 Jam!

57 tahun lalu

5 Tempat Wisata di Purwakarta yang Lagi Booming di TikTok, Harus Coba Sekarang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal