Organda Garut: Harga BBM Naik, Tarif Angkutan juga Harus Dinaikkan

fani ferdiansyah
Angkutan kota (angkot) beroperasi di sekitar Pasar Induk Guntur Ciawitali Garut. Organda Kabupaten Garut memprediksi tarif angkutan akan mengalami kenaikan bila pemerintah resmi menaikkan harga BBM bersubsidi. (Foto: iNews.id/Fani Ferdiansyah)


Senada dengan harapan sejumlah pihak di Kabupaten Garut, Yudi Nurcahyadi pun meminta agar pemerintah menunda menaikan harga BBM. Perlu diketahui, hingga kini harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar belum mengalami kenaikan. 

"Harga masih sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah," kata Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting.
Dia mengimbau masyarakat agar tidak panic buying dalam membeli BBM. Irto mengklaim antrean panjang di sejumlah SPBU semata-mata terjadi karena panic buying oleh masyarakat. 

"Diimbau kepada masyarakat untuk membeli BBM sesuai dengan kebutuhan," ujarnya. 

Harga BBM bersubsidi disinyalir akan naik di rentang Rp2.000 sampai Rp3.000 per liter, atau naik sekira 39,21 persen. Adapun saat ini, harga Pertalite Rp7.650 per liter dan Solar Rp5.150 per liter. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Didatangi Massa HMI Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi, Ini Janji DPRD Majalengka

57 tahun lalu

Harga Pakan Ternak di Jember Naik, Daya Beli Masyarakat Menurun

57 tahun lalu

Ribuan Nelayan Pati Demo di Kantor Bupati, Protes Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi

57 tahun lalu

Ramai Isu Harga BBM Naik, Warga Surabaya Rela Antre di SPBU Mengaku Takut Kehabisan

57 tahun lalu

Kenaikan BBM April 2026, Pemerintah Pastikan Belum Ada Penyesuaian Harga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal