Organda KBB: Harga BBM Naik, Pengusaha Angkot Semakin Terpuruk dan Terancam Bangkrut

Adi Haryanto
Kenaikan harga BBM bersubsidi membuat para pengusaha angkot semakin terpuruk. (FOTO: Ilustrasi)

"Pasti tarif angkutan juga akan naik dan yang jadi korban kan tetap masyarakat. Di satu sisi kami tidak mau menaikan tarif karena khawatir diprotes penumpang, tapi di sisi lain kami juga harus tetap bertahan di tengah pengeluaran BBM yang naik," ujarnya. 

Organda KBB, tutur Asep Dedi Setiawan, segera menggelar pertemuan dengan pemerintah dan sejumlah elemen terkait guna menentukan tarif baru dan landasan hukumnya. Termasuk melakukan sosialisasi ke masyarakat. Organda juga berharap pemerintah menyalurkan bantuan khsus bagi pelaku usaha transportasi.

"Mestinya pemerintah tidak hanya memberikan subsidi BBM ke program bantuan sosial saja. Tapi juga mengalokasikan bantuan khusus bagai pelaku transportasi agar tidak bangkrut bertahan," tutur Asep Dedi Setiawan.

Diketahui pemerintah telah menaikkan harga BBM bersubsidi pertalite dari Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter. Kemudian solar dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter. Selain itu, harga BBM non-subsidi jenis Pertamax juga naik dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Diguyur Hujan, Tebing 10 Meter di Cikalongwetan KBB Longsor, Akses Warga Terputus

57 tahun lalu

Hilangkan Jejak, Perampok Rusak CCTV saat Bobol Kantor Pos Rajamandala KBB

57 tahun lalu

Perampok Bobol Kantor Pos Rajamandala KBB, Gasak Uang Pensiunan ASN Rp80 Juta

57 tahun lalu

598 Ruang Kelas SD di KBB Rusak, Butuh Rp54 Miliar untuk Perbaikan

57 tahun lalu

Jelang Penghapusan Honorer, Pemda KBB Bentuk Tim Khusus Pendataan Pegawai Non-ASN

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal