Pemerah Susu Sapi di Lembang KBB Meninggal gegara Terpeleset lalu Tertimpa Motor

Adi Haryanto
Warga berkerumun di dekat selokan, lokasi kejadian korban Wahidin ditemukan tewas tertimpa motor. (FOTO: MPI/ADI HARYANTO)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Wahidin (50), warga Kampung Nyalindung, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang sempat dinyatakan hilang oleh keluarga sejak Kamis (14/7/2022), ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Korban meninggal diduga akibat terpeleset dan jatuh ke selokan, lalu tertimpa sepeda motor.

Korban ditemukan tidak jauh dari kandang sapi miliknya. "Korban ditemukan sekitar jam 09.30 WIB, Jumat (15/7/2022) kemarin. Tubuh korban tertindih sepeda motor yang biasa digunakan untuk mengantarkan susu sapi," kata Kepala Desa Cikole Ida Suhara saat dikonfirmasi, Sabtu (16/7/2022).

Ida menyatakan, awalnya beredar informasi korban hilang setelah menyetorkan susu sapi perah ke tempat penampungan sementara (TPS) di wilayah Lembang. Setiap hari korban memang beraktivitas memerah susu sapi dan menjualnya ke penampungan. 

Namun saat itu korban tidak kunjung pulang hingga malam hari sehingga membut keluarga cemas. Kemudian keluarga dengan dibantu warga, relawan, tim SAR, kepolisian, dan TNI melakukan pencarian selama kurang lebih 12 jam ke sejumlah lokasi di wilayah Lembang.

Mereka menyisir jalur-jalur yang biasa dilewati kendaraan korban. Namun, hingga malam, korban tidak juga diketemukan. Pada pencariann keesokan harinya atau Jumat (15/7/2022) pagi, Wahidin berhasil ditemukan di bawah selokan tepat di pinggir kandang sapi miliknya. Saat ditemukan, tubuh korban sudah terbujur kaku dan langsung dievakuasi oleh warga. 

Korban diperkirakan terpeleset saat hendak berangkat mengantarkan susu dengan sepeda motornya. Sebab setelah motornya dievakuasi, kunci kontak masih dalam posisi on. Namun karena tidak ada yang melihat sehingga tidak sempat ada warga yang melakukan pertolongan pertama.

"Dugaan sementara karena korban terpeleset, tertindih motor, dan wadah pengangkut susu. Korban hari itu juga (Jumat 15/7/2022) dimakamkan. Jeluarga menganggap kejadian itu sebagai sebuah musibah," ujar Ida.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemda KBB Tunggu Salinan Putusan Mahkamah Agung Cabut Hak Politik Aa Umbara

57 tahun lalu

Warga Ngamprah KBB Tolak Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Terungkap Air Situ Ciburuy KBB Hitam dan Bau Diduga Kuat akibat Pencemaran Limbah Pabrik

57 tahun lalu

Jemaah Haji KBB Pulang 1 Agustus 2022, Disarankan Tidak Langsung Gelar Syukuran

57 tahun lalu

Situ Ciburuy Tercemar dan Bau Menyengat, DLH KBB Periksa Sampel Air

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal