Bahkan, tutur dia, pihaknya akan membahas dengan dinas terkait untuk jaminan kesehatan bagi balita gizi buruk dan jaminan biaya keluarga pasien selama di rumah sakit, sehingga penanganan dan angka pasien buruk di Cianjur, dapat ditekan.
Sementara Muhamad Bayu balita berusia 20 bulan, mengalami gizi buruk sejak berusia satu tahun, anak ke empat pasangan Alisa (34) dan Ahmidin (39) itu, sempat menjalani parawatan medis tahun 2020, namun keterbatasan biaya membuat kedua orang tuanya membawa Bayu pulang dan menjalani rawat jalan.
"Pasien tersebut, sempat menjalani perawatan selama beberapa hari di RSUD Cianjur, namun pihak keluarga membawa pulang karena tidak memiliki biaya selama menunggui. Sehingga pengawasan dan perawatan dilakukan tenaga medis dari puskesmas setempat," kata Kepala Dinkes Cianjur, Irvan Nur Fauzy.
Namun selama menjalani rawat jalan, balita tersebut tetap kekurangan asupan, meski sudah mendapat bantuan dari dinas, sehingga kondisinya semakin parah. Rencananya balita tersebut, akan menjalani rawat inap secara gratis, termasuk diberikan uang saku untuk keluarga selama mendampingi.