Berbekal kemampuan mereka dalam bidang ilmu masing-masing, selama tiga hari, tim berjibaku membuat sistem menghitung tumpukan rebar dari foto. Sistem kemudian berhasil dibuat dan memiliki kemampuan menghitung. Sistem juga mampu memetakan titik-titik tempat rebar tersebut berada.
“Huawei membebaskan peserta menggunakan apa saja untuk library yang digunakan. Nanti, Huawei mencari sistem yang punya akurasi paling tinggi, serta paling cepat mengumpulkan jawaban,” ujarnya.
Dibantu secara intensif oleh dosen pembimbing Dr Intan Nurma Yulita dan Dr Asep Solahudin, tim berhasil mengumpulkan jawaban pada Minggu sore. Tim berhasil masuk menjadi lima besar kelompok paling cepat mengumpulkan jawaban.
Sistem yang dikembangkan Victor dan tim juga memiliki tingkat akurasi yang baik, yaitu sebesar 89-92 persen. Hal ini berhasil mendorong tim Unpad menjadi juara pertama menyisihkan 15 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Atas keberhasilan ini, Victor, Zulfan, dan Freddy pun berhasil meraih penghargaan The Best Performance Teacher pada kompetisi tersebut. “Kami merasa bersyukur dan bangga atas perjuangan yang sudah dilakukan selama tiga hari tersebut. Terbayarkan apa yang sudah diberikan selama proses lomba ini berjalan,” tutur Victor.