“Masih diselidiki untuk penyebabnya. Tuan rumah acara tahlilan dan keluarganya juga mengalami keracunan,” katanya.
Data yang dirangkum hingga Kamis (12/9/2019), tercatat ada sebanyak 142 orang mengalami keracunan. Dari jumlah itu, 24 pasien dirujuk ke RSUD Palabuhanratu, 20 pasien dirujuk ke RSUD Sekarwangi dan sisanya telah diperbolehkan pulang.
“Dari ratusan yang mengalami gejala keracunan, dua di antaranya meninggal, Pertama ananda Rendi (9) yang meninggal di RSUD Palabuhanratu dan Dewi (37) di RSUD Sekarwangi,” ujarnya.
Diketahui, keracunan massal dialami ratusan warga Kampung Pangkalan dari tiga rukun tetangga (RT) di RW 03, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kejadian ini berawal dari acara tahlilan 100 hari meninggalnya salah satu warga pada Rabu (11/9/2019) pukul 20.00 WIB.
Tuan rumah yang mengadakan tahlilan menyiapkan makanan sendiri untuk dihidangkan kepada mereka yang hadir maupun warga sekitar yang tidak sempat datang. Setelah itu, warga yang menyantap menu nasi uduk banyak yang mengeluh sakit, mual dan pusing diduga akibat keracunan.